Fenomena Panic Buying Susu Bear Brand di Masa PPKM 2021

Jumat, 9 Juli 2021 16:52 WIB

Share
Ilustrasi Susu Bear Brand

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 3 Juli 2021 warganet dihebohkan dengan beredarnya unggahan foto pada akun Twitter @FFOODFESS2. Dalam foto tersebut terlihat sejumlah orang di swalayan berebut susu Bear Brand.

Foto tersebut diakui diambil dari fitur Story WA temannya. Selain foto, beredar juga video aslinya yang berdurasi 9 detik dan menjadi trending di Twitter.

Dalam video, awalnya sejumlah karyawan toko swalayan sedang berdiri menunggu toko dibuka. Tidak lama kemudian, para karyawan mundur melihat adanya pembeli yang berdatangan menuju tempat disimpannya susu Bear Brand. Tak lama kemudian, sejumlah pembeli datang ke tempat yang sama secara terburu-buru sehingga insiden rebutan pun terjadi ketika seorang pria menggunakan celana pendek oranye mendorong keranjang milik pria berkaos putih abu-abu hingga jatuh.

Hal seperti bisa dikatakan sebagai fenomena panic buying. Panic buying adalah pembelian secara berlebihan atau penimbunan suatu barang karena didasari rasa panik dan takut berlebih. Tindakan seperti ini disebabkan karena ketakutan tiba-tiba akan kekurangan atau kenaikan harga pada barang tersebut.

Fenomena seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di masa PPKM saja. Di awal pandemi panic buying sebelumnya sudah terjadi terhadap produk masker dan hand sanitizer.

Susu kaleng yang terkenal dengan logo beruang tersebut ramai diperebutkan pada masa PPKM karena dipercaya dapat mencegah virus Covid-19. Hal ini lantaran kandungan vitamin dan mineral pada produk mampu menjaga dan meningkatkan imun tubuh.

Melansir dari situs resmi Nestle, susu Bear Brand terbuat dari 100 persen susu murni berkualitas tinggi yang telah mengalami proses sterilisasi tanpa penambahan bahan pengawet sehingga dapat langsung dikonsumsi.

Menanggapi kejadian tersebut, Debora R. Tjandrakusuma Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19 pihaknya memaksimalkan upaya untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk-produk bernutrisi, salah satunya Bear Brand.

Adapun kenaikan harga akibat tingginya permintaan terhadap produk susu kaleng tersebut. Saat ini berdasarkan pemantauan harga susu Bear Brand bisa dijual dengan harga di atas Rp 10.000, dari normalnya di bawah Rp 10.000 per kaleng.

Terkait kenaikan harga produk susu Bear Brand di pasaran, Nestle Indonesia tidak melakukan kenaikan harga atas produk-produk, termasuk produk susu Bear Brand.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler