Penyekatan PPKM Kota Bogor Diperketat

Jumat, 9 Juli 2021 11:35 WIB

Share

TIARABUDITAMA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor tengah melakukan penyekatan kendaraan bermotor masuk ke Kota Bogor pada pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Bogor selama 24 jam mulai Rabu 7 Juli kemarin. Penyekatan ini dilakukan untuk membatasi aktivitas masyarakat guna menekan angka penyebaran COVID-19. Kebijakan baru yang dibuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertujuan untuk menanggulangi peningkatan kasus Covid-19. Sebelumnya pemerintah juga memberlakukan peraturan PPKM yang diterapkan dengan skala mikro pada 1 Juni 2021 lalu.

Peraturan penting yang diterapkan selama berlakunya PPKM darurat ini akan lebih ketat dari penerapan PPKM sebelumnya. Pengetatan peraturan PPKM darurat ini juga fokus di wilayah Pulau Jawa dan Bali karena menurut peta yang ada, setidaknya ada 44 kabupaten/kota dan 6 provinsi yang memiliki nilai asesmen 4.

Bima Arya menegaskan bahwa masyarakat dari luar Kota Bogor yang ingin masuk ke Kota Bogor tanpa tujuan penting atau hanya sekadar jalan-jalan, maka diminta untuk memutarbalik.  ”Berdasarkan rapat evaluasi PPKM darurat, kami memberlakukan penyekatan di enam ruas jalan batas Kota Bogor mulai pukul 06.00. Penyekatan berlaku hari ini. Mobilitas warga harus diperketat lagi," ujar Susatyo, Rabu (7/7/2021). Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kepatuhan masyarakat sudah cukup baik selama PPKM darurat berlangsung, dan mobilitas warga menurun sekitar 21 persen.

Bima Arya juga mengatakan bahwa kebijakan baru Presiden Joko Widodo ini diharapkan bisa menekan mobilitas masyarakat sampai 50%. Selain itu Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor yang sebelumnya melakukan penyekatan di 10 lokasi di dalam kota, kini telah memperluas dan memperketat pelaksanaan penyekatan kendaraan bermotor dengan menambah enam lokasi penyekatan di batas kota.

Bima melanjutkan, Pemerintah Kota Bogor juga sudah mulai memberlakukan sanksi denda dan pidana bagi pelanggaran sejak hari ketiga PPKM darurat. Kebijakan sanksi harus berlaku agar kepatuhan aturan protokol kesehatan ketat dijalankan. Harapannya, penanganan kasus pandemi Covid-19 bisa maksimal dan angka kasus bisa turun. ”Masih harus diperketat lagi. Penyekatan pada malam hari harus diperluas karena masih longgar mobilitas warga. Kami juga akan beri sanksi bagi pelanggar aturan," ujar Bima. "Kita ingin bersama-sama menjaga kota ini dan kota lainnya menekan angka kasus dengan patuh protokol kesehatan".

 

 

Editor : Tiara Fitri Buditama

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler