Dana Bantuan Sosial Covid-19 Yang di Korupsi 

Sabtu, 10 Juli 2021 16:08 WIB

Share

Jakarta – Pandemi corona sudah berjalan selama hampir 2 tahun lamanya namun tingkat perekonomian di Indonesia juga belum bisa dibilang terbilang belum kembali pulih seperti dimasa pandemi sebelumnya. Pada 6 Desember 2020, dinyatakan Menteri Sosial Juliari Batubara dinyatakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan sebagai tersangka penggelapan dana bantuan sosial untuk masyarakat yang terkena dampak corona. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Sosial, mereka memiliki dana sebesar 134 Triliun, sejak itu anggatan bansos terus meningkat dengan Covid-19 yang tak kunjung selesai dan kebutuhan dana untuk penanganannya terus meningkat.

Diketahui dari sebagian dana yang dipakai untuk pribadi ada sebesar 17 Miliar, setelah munculnya nominal yang dipakai oleh Juliari, banyak kecaman dari netizen yange mengatakan tindakan yang bersangkutan sangatlah tidak memiliki hati nurani. Karena melihat sebagian bantuan dari anggaran dana sosial yang diberikan oleh Kementerian Sosial, beberapa masyarakat yang mendapatnya mengatakan bahwa bahan pokok yang diberikan tidak layak pakai atau sudah melewati dari tanggal kadaluwarsa. Netizen pun semakin geram setelah melihat dan mendengar hal tersebut dan mengecam siapa pun yang menggunakan dana sosial itu duhukum seberat-beratnya, kalu bisa justru hukuman mati.

Menurut mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dalam akun Twitter mengatakan, “Wacana hukuman mati di kasus korupsi Bansos ini agar apa ya? Apa biar terlihat tegas berantas korupsi?,” Febri di akun Twitter-nya @febridiansyah. Menurut Febri dari beberapa pelaku korupsi yang tertangkap tidak akan menggunaka ancaman hukuman mati.

Lanjutan dari cuitan sebelumnya, “Hmm..gini ya.. tersangka korupsi bansos di KPK skrg itu ga ada yg dikenakan Pasal yg ada ancaman hukuman mati. mereka dijerat Pasal Suap (ancaman maks. seumur hidup/20th)”.

Hingga kasus persidangan dimulai, netizen pun kerap menanyakan bagaimana jadinya terkait hukuman mati yang akan diterapkan bagi para tersangka yang kasus dana bantuan sosial. Namun nyatanya kasus persidangan ini masih berkutik dari ungkapan saksi-saki yang mengatakan mengenai perusahaan yang menyuplai barang ke Kemensos yang didisbustrika bagi masyaraka yang terdampak pandemi Covid-19.

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler